Kesgakepri's Blog

Seksi Kesehatan Keluarga Dinkesprov Kepulauan Riau

Angka Kematian Bayi (AKB) 2009

Posted by kesgakepri pada 18 Oktober 2010

Angka kematian ibu dan anak merupakan indikator yang sangat penting untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat. Data tersebut didapatkan melalui beberapa cara yaitu pelaporan rutin dari Kabupaten/Kota dan hasil survey yang dilaksanakan oleh lembaga tertentu. Sampai saat ini untuk sistem pencatatan dan pelaporan  belum dapat mendukung sepenuhnya untuk melakukan perhitungan angka kematian bayi, kecuali dari hasil survey atau sensus yang dilakukan oleh petugas. Laporan yang tersedia hanya dapat menghitung untuk jumlah kematian bayi (<1 thn). Dari hasil pelaporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota pada tahun 2009 terdapat 312 kematian bayi dari 40.633 kelahiran hidup (AKB sebesar 7,6/1000 KH). Salah satu survey yang dapat menyediakan data kematian bayi adalah SDKI tahun 2007. Untuk Provinsi Kepulauan Riau didapatkan AKB sebesar 43/1000 KH.

Data hasil pelaporan rutin dari Kabupaten/Kota di tahun 2009 dan data SDKI tahun 2007 terjadi perbedaan yang sangat jauh. Hal ini dikarenakan banyak kematian yang tidak terdeteksi dan tidak dilaporkan, salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya system pencatatan dan pelaporan untuk kasus kematian bayi.

Grafik 4.1 Angka Kematian Bayi (Per 1000/kh) Menurut Kab/Kota Di Provinsi Kepri Th 2009


Dari grafik 4.1 diatas dapat dlihat, untuk angka kematian bayi per 1000 kh, dengan jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Natuna dengan angka sebesar 22,1/1000 kh. Hal ini mungkin dikarenakan letak geografis Kabupaten Natuna yang alat transportasinya masih sangat sulit di dapat, dan jarak untuk mencapai fasilitas kesehatan yang cukup jauh.

Sedangkan angka kematian bayi per 1000 Kh terkecil di tempati oleh Kabupaten Kepulauan Anambas dengan angka 2,6/1000 kh, dimana yang kita ketahui Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan pemekaran Kabupaten Kepulauan yang baru, dengan jumlah penduduk sebesar 36,267 jiwa, yang sebelumnya Kabupaten Kepulauan Anambas ini merupakan gabungan dari Kabupaten Natuna.

Kematian paling banyak terjadi pada saat neonatal (<28 hari) dimana kematian neonatal ini m

Dari grafik 4.2 dapat dilihat bahwa jumlah kematian neonatal dengan penyebab kematian yang disebabkan oleh BBLR, terbanyak terdapat di Kota Batam dengan angka kejadian sebanyak 41 kasus. Namun untuk jumlah angka kematian bayi dengan perhitungan per 1000 kh yang tertinggi terdapat di kabupaten Natuna dengan angka 22,1/1000 kh. Kematian neonatal juga terjadi di Kabupaten lain yang disebabkan oleh asfiksia, infeksi, dan penyebab lainnya.

Merupakan salah satu faktor penyumbang terbesar kematian bayi. Hal ini dikenal dengan fenomena “Dua Per Tiga” yang menyatakan kematian neonatal (0-28 hari) merupakan 2/3 dari kematian bayi, dan kematian neonatal dini (0-7 hari) merupakan 2/3 dari kematian neonatal.

Grafik 4.2 Jumlah Kematian Neonatal di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009


Sumber : Validasi Data F1-F8  Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009

Dari grafik 4.2 dapat dilihat bahwa jumlah kematian neonatal dengan penyebab kematian yang disebabkan oleh BBLR, terbanyak terdapat di Kota Batam dengan angka kejadian sebanyak 41 kasus. Namun untuk jumlah angka kematian bayi dengan perhitungan per 1000 kh yang tertinggi terdapat di kabupaten Natuna dengan angka 22,1/1000 kh. Kematian neonatal juga terjadi di Kabupaten lain yang disebabkan oleh asfiksia, infeksi, dan penyebab lainnya.

Grafik 4.3 Persentase Kematian Neonatal Berdasarkan Penyebab Di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009


About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: